Our Sponsors

Senin, 21 Oktober 2013

Kuliah Di Singapura Tanpa Biaya Orang Tua, Memangnya Bisa?



Kuliah di Singapura tanpa membebani orang tua sama sekali, memangnya mungkin ya? Kalau menurut Babang Asker, mungkin banget!

Pertanyaan lain, kenapa harus di Singapura? Asal kamu tau, Singapura itu aman, maju, universitasnya termasuk universitas paling hebat di dunia. Tapi, yang bikin Singapura menarik itu adalah lokasinya yang lumayan dekat dengan Indonesia dan standard penghasilannya yang termasuk tertinggi di dunia. Babang lupa tepatnya di posisi berapa.

Kalau misalnya Babang Asker tadi bilang mungkin banget untuk belajar di Singapura tanpa memberatkan orang tua, memangnya berapa biaya kuliah di Singapura? Dan jawabannya, rata-rata sekitar 30.000 SGD/year atau sekitar Rp 250.000.000,-/TAHUN!

Gimana caranya bayar kuliah tanpa bantuan orang tua dengan beban sebesar itu?

Jawabannya:
1. Tuition Grant
2. Tuition Fee Loan
3. Study Loan (Education Loan)

Tuition Grant, apaan tuh?

TG adalah subsidi sekitar 15.000 (LIMA BELAS RIBU) SGD/year (jumlahnya bervariasi tergantung berapa besar biaya kuliah) dari pemerintah Singapura untuk semua mahasiswa S1 di universitas negeri Singapura. Semua mahasiswa tidak terbatas negara asalnya.

Abis itu, Tuition Fee Loan apaan lagi?

TFL ya gue singkatnya. Misalnya, biaya kuliah kamu di Singapura 30.000 SGD/year, setelah dikurangi TG tadi, masih sisa sekitar 15.000 SGD lagi kan? Nah, TFL ini adalah pinjaman dari bank lokal untuk membantu sekitar 80% dari sisa tersebut (+/- 12.000 SGD)

Study Loan, apa lagi itu? Dapet uang lagi?

Iya. Setelah TG dan TFL, masih ada sisa lagi 2.000 SGD kan? SL ini adalah pinjaman dari bank lokal juga yang gak cuma menutup sisa 2.000 SGD tadi, tapi juga tambahan sekitar 2.000-4.000 SGD/year untuk biaya makan dan akomodasi.

Dan voila! Dari semua pinjaman diatas, kamu sudah bisa kuliah di Singapura! Dan TANPA BEASISWA! Dari ketiga hal diatas, cuma TFL dan SL saja yang harus dilunasi.

Lalu? Cara melunasi TG bagaimana?

TG tidak perlu dibayar dengan uang, melainkan setelah lulus kita diharuskan berkerja selama 3 tahun di perusahaan mana saja asal mereka berdomisili di Singapura. Kalau gak betah di perusahaannya bagaimana? Gak perlu juga stay di 1 perusahaan selama 3 tahun. Yang penting total durasi kerja di Singapura 3 tahun. Kalau baru setahun bergabung dengan perusahaan lalu ditempatkan di negara lain, bagaimana? Aduh, pertanyaan yang aneh deh. Ya jelas gak apa-apa juga, asalkan secara tertulis masih di daftar staff Singapura di perusahaan tersebut.

Bagaimana cara melunasi TFL dan SL?

Bayarnya boleh dengan cicilan mulai 2 tahun sehabis lulkus, minimal 100SGD/month selama maksimum 20 tahun.

Memangnya sanggup kita bayar segitu?

Ya karena Gaji rata-rata lulusan S1 disini adalah sekitar 2500SGD/bulan atau Rp 20.000.000/bulan, ya gak jadi masalah dong!

Nah, setelah kamu tahu semua ini, bagaimana ya cara aplikasi untuk dapet TG, TFL dan SL?

Pastinya syarat utama adalah sudah diterima di universitas Singapura. Begitu hari pertama sampai disini, pas registrasi, biasanya staff administrasi universitas langsung menawarkan formulir untuk TG, TFL, dan SL. Kalau tidak, bisa tanya staffnya langsung harus bagaimana atau bisa langsung ke bank OCBC / DBS / POSB / RHB / untuk aplikasi TFL dan/atau SL.

Perlu apa aja sih untuk aplikasi TG? 

Isi formulirnya lengkap dengan tanda tangan seorang Guarantor.

Siapa yang bisa jadi guarantor?

Orang tua kamu / orang yang minimum berumur 21 tahun yang berstatus tidak bangkrut. Lalu apa lagi syaratnya? ITU AJA LOH! NOTHING ELSE!

Metode menarik diatas bisa diaplikasikan ke Universitas apa aja di Singapura?

Universitas Negeri, seperti Nanyang Technological University (NTU), National University of Singapore (NUS), dan Singapore Management University (SMU).

Sudah tau kan sekarang kalau kalian bisa kuliah tanpa beasiswa dan tanpa bebani orang tua dengan TG, TFL, dan SL? Ayo mulai sekolah di Singapura!

Ada informasi lainnya yang kurang Babang Asker berikan? Silahkan para Sahabat Asker untuk berkomentar dibawah :D
Read More

Minggu, 20 Oktober 2013

Jurus Setan Menulis Artikel dalam Waktu 30 Menit!



Menulis artikel dalam waktu setengah jam? Memangnya bisa? Tentu saja bisa! Kali ini kami akan memberikan jurus menulis artikel dalam waktu 30 menit! Perlu diingat, bahwa menulis artikel itu gak cuma sebuah tulisan. Sebuah artikel itu harus yang berbobot, apalagi kalau beratnya diatas 5 kg. Lumayan kan dapet uang jajan tambahan? Oke kayanya Penulis ketuker deh antara artikel dengan koran.

Perlu waktu lama gak sih nulis artikel yang keren dan optimal? Enggak! Cuma dalam waktu 30 menit--atau lebih cepat dari itu--kalian bisa menulis artikel dengan cepat, asal kalian dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

Ini dia Jurus Setan Menulis Artikel dalam waktu 30 menit!

1. Mencari Ide

Ide itu gak terbatas. Ide yang sederhana, tapi bakalan bermanfaat buat para pembaca, itu yang terpenting. Carinya juga gak susah, cukup apa yang kalian ingin bagikan, langsung tulis! (Kurang lebih memakan waktu 2 menit)

2. Riset Kata Kunci

Ini penting banget (kecuali kalian nulis dan membaginya hanya lewat social media dan gak ngurusin pasang web si Om Gugel). Untuk riset kata kunci, harus sering-sering latihan, praktek! Penulis juga masih belajar riset kata kunci sampai sekarang. (Kurang lebih 3 menitan)

3. Mengumpulkan Data yang akan Menjadi Bahan Artikel

Untuk urusan ngumpulin data, pake RSS Reader yang nantinya akan menjadi bahan artikel. Kenapa harus RSS Reader, dan gak langsung ke site-nya sekalian? Soalnya dia lebih cepat, dan hemat kuota (Penulis menganggap para pembaca fakir internet) (dan btw, Kurang lebih sekitar 5 menit).

4. Rencanakan Bagaimana Kalian Nulis 

Kalian harus rencanakan gimana kalian menulis artikel nantinya, dari mulai sudut pandang artikel, bahasanya, dsb. Kalau Penulis sih seadanya saja, toh gak ada ruginya. (Kurang lebih 2 menit)

5. Mulai Menulis!

Paragraf pertama bisa aja paragraf yang paling membosankan kalau kalian gak tau banyak tentang topik yang kalian ingin tulis. Makanya, jurus nomer 1, 3 dan 4 itu penting. Kalau kalian tidak merencanakan gimana kalian nulisnya, kalian malah bakal melenceng. Kalau kalian tunda, malah hilang semua ide yang sudah kalian buat. (Kurang lebih 12 menit)

6. Koreksi!

Jangan kalian langsung tekan tombol publish. Koreksi dulu lah tulisannya. Ada yang cacat gak kira-kira? Apa udah optimal? (Kurang lebih 3 menit)

2 menit + 3 menit + 5 menit + 12 menit + 3 menit = 25 MENIT (Lihat? Bahkan lebih cepat dari 30 menit!)

Nah, itulah 6 Jurus Setan menulis Artikel dalam Waktu 30 menit. Karena Penulis sedang berbaik hati, makal Penulis akan menambahkan lagi TIPS SETAN MENULIS ARTIKEL.

Tips 1: Buang Semua Pengganggu!

Social Media, HP, TV, dsb. TUTUP terlebih dahulu. Baru mulailah kalian menulis. Gue sih gak terlalu masalah sama hal-hal ini, tapi banyak yang menjadi lambat dalam menulis karena social media.

Tips 2: Deadline!

Artikel pertama 30 menit, artikel kedua 45 menit. Kalian harus menentukan deadline setiap artikel yang kalian buat, tergantung tingkat kesulitannya. Hal ini bakalan melatih cara menulis kalian agar semakin cepat.

Jadi? Tunggu apa lagi? Buruan tulis artikel kalian sekarang!

Masih bingung? Atau mau ngeshare artikel yang kalian udah tulis? Langsung aja komentar di bawah! Yuk mari :D
Read More

About Me

Gambar6

Gambar6
Designed By Seo Blogger Templates